Selasa, 12 Maret 2019

Mendaki Gunung Slamet Via Jalur Guci Tegal

Mendaki Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 MDPL itu seperti menjadi sebuah kesempatan istimewa tersendiri buat saya, karena selain menjadi atapnya Jawa Tengah, tentunya juga karena ada kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Jalur Base Camp Guci yang menjadi keinginan ku untuk mencapai atapnya Jawa Tengah. Namun masi ada beberapa basecamp yang bisa ditempuh untuk naik ke Atap Gunung Slamet ini, yaitu dengan lewat Basecamp Bambangan, Dipajaya, Kali Wadas, Batu Raden, Sawangan dan Kaligua.

Siap-siap tahan nafas buat merayap

Bica Guci, pasti terbayang dengan pemandian air hangat dan udara yang dingin di area basecamp. Dan benar juga ternyata, saat kami sampai di basecamp, hujan rintik sudah menyambut kedatangan kami dengan kabut tipisnya. Untungnya ada mas Aditya yang mengantar kami ke lokasi sehingga kami tidak susah mencari basecamp Kompak. 

Partner dari Wonosobo
Persiapanpun kami lakukan untuk berangkat naik setelah sholat maghrib. Perkiraan pendakian adalah 9-10 jam lamanya. Rencana awal adalah kami ingin mendirikan tenda di pos 3 yang ada mata airnya, namun karena musim kemarau mata air itu kering dan akhirnya kami putuskan untuk mendirikan tenda di pos 2. Dengan resiko pagi - pagi summit lebih awal. 

Perjalanan summit kami berangkat pukul 3 pagi dari pos 2, dengan harapan bisa mendapat sun rise. Namun harapan tidak sesuai dengan keinginan, karena hutan yang sangat lebat dan masih alami inilah yang tidak memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat sunrisenya. Menyesal?? Tentu tidak karena semua ada manfaatnya. Hingga pada jalur jalur terntentu kami harus merunduk-runduk untuk melalui jalurnya. Ada satu spot yang harus merayap pada jalur ini, sekitar 6-10 meter panjangnya. Selain itu pohon-pohon besar yang berlumut tebal juga tidak jarang kami temukan di sana. 


Sampai di pos 5 kami putuskan istirahat sejenak sebelum naik dengan medan berpasir, yang pastinya membutuhkan banyak tenaga. Dua puluh menit istirahat kami rasa cukup untuk mengembalikan tenaga, harapan kami 1,5 jam kita akan sampai di puncak Gunung Slamet. Fakta memang jauh di luar rencana, kami sampai puncak hampir 3 jam. Pukul 11:30 kami sampai puncak Gunung Slamet.

Partner naik di atas pos 5, Wonosobo dan Purwodadi

Dihadapan kami kawah aktifnya menyambut dengan asap belerang yang keluar dari celah-celah bebatuan. Bau yang menyengat membuat kami memakai masker hingga kamipun juga tidak lama-lama untuk di puncak. Pukul 12:30 kamipun turun ke tempat camp. Pukul 2:30 kami sampai di pos 2. Setelah istirahat sejenak dan makan siang kami lanjutkan berkemas untuk menuju basecamp dan pukul 5 sore kami sampai di basecamp Kompak.

Puncak Gunung Slamet via Guci

Rasa lelah dan letih kami, akhirnya terbayarkan saat penjaga yang baik hati di Kompak menawarkan kami mandi air hangat gratis. Alhamdulillah rasa letih tadi hilang bersama keringat yang sudah dua hari tidak terkena air bersih. hehehe

Comments


EmoticonEmoticon