Mendaki Gunung Merbabu Via Cunthel Kopeng; Estimasi Waktu Tetktok Bareng Kak Putri
Masa muda memang tidak waktu yang terbuang selama kita memiliki kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang positif.
Camping, hiking, running, swimming, dan selama itu positif dan membuat raga kita menjadi lebih sehat, mengapa tidak. Seperti yang dilakukan kak Putri ini bisa menjadi contoh bagi para kaum hawa.
Cewek yang berasal dari kota hati beriman ini bersama teman mencoba jalur pendakian gunung Merbabu Via Cunthel Kopeng. Jalur ini sudah lama tidak dibuka karena berbagai faktor alasan.
Memiliki Basecamp baru yang menempati rumah warga, tim baru dan beberapa jalur yang baru pula. Basecamp ini layak untuk dicoba seperti halnya kak Putri.
Nah let's kita kulik perjalanan tektok Kak Putri Eka Pratiwi yang akrab dipanggil kak Putri
Basecamp: 05:15
Basecamp ini terletak 200-300 meter, tidak jauh dari basecamp yang lama. Halaman cukup luas dan bersih. Pagi itu udara dingin masih menyelimuti di Kopeng, sehingga enggan untuk menanggalkan jaket kami.
Setelah Registrasi dengan harga Rp. 20.000 untuk weekday dan Rp. 30.000,- untuk weekend. Parkir Rp 5000 untuk kendaraan bermotor dan Rp. 10.000 untuk kendaraan roda empat.
Lantas kami mempersiapkan segala keperluan untuk perjalanan, trekk pole, senter serta perlengkapan lain yang menunjang perjalanan kami kali ini.
Well kami start dari basecamp pukul 05:15, perjalanan kami mulai dengan doa untuk keselamatan selama pendakian dan sampai rumah. Disambut dengan ladang penduduk yang belum ada empunya kami terabas hawa dingin.
Begitu masuk hutan cemara, perjalanan sedikit engap karena masih harus berbagi oksigen dengan sang tumbuhan. Tidak butuh waktu lama kami beradaptasi dengan situasi ini dan mulai mempercepat langkah kami menuju Pos Bayangan 1.
Bayangan I:05:30
Cukup lima belas menit untuk sampai di lokasi ini, kami break sebentar untuk mulai membasahi kerongkongan kami, dan kami sepakat untuk setiap istirahat tidak boleh lebih dari 2 menit.
Pos Bayangan I berupa bangunan shelter permanen untuk para pendaki rehat dan tidak ada tempat untuk mendirikan tenda hehehe. Usai dua menit kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Pos Bayangan II.
Pos Bayangan II: 05:50
Jalur pendakian belum terlalu ekstrim untuk sampai ke Pos ini, akhirnya 20 menit kami sampai di Pos Bayangan II. Tempat ini berupa lahan datar cukup luas. Dulu di sekitar ini ada bak penampungan air untuk refill di botol para pendaki.
Hutan sangat rimbun setelah sekian lama jalur pendakian ini ditutup. Tidak mau berlama-lama kami sepakat untuk segera melangkahkan kami lagi menuju Pos 1.
Pos 1 Watu Putut: 06:15
Senter kami mulai kami redupkan semenjak dari Pos Bayangan II, kabut tipis mulai terbuka membuat pemandangan kami cukup tanpa penerangan. Bersyukur cuaca cerah pagi itu sangat berpihak kepada kami. Medan pendakian mulai membutuhkan effort
sesekali nafas kami tersengal, namun tak mengurangi semangat kami. Sedikit candaan ala-ala kami yang membuat rasa capek ini tidak terasa. Pos 1 Watu Putut semakin rimbun tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya. Lagi-lagi kami cukup minum dan tidak mau membuang waktu lama untuk segera melanjutkan perjalanan kami yang baru 1/3 pendakian.
Pos 2 Watu Kedokan: 06:46
Setelah 30 menit perjalanan, kami sampai di Pos 2 Watu Kedokan, untuk menuju pos ini jalur semakin curam, di sebelah kanan jalur pendakian juga terdapat jurang yang cukup dalam. Area hutan mulai terbuka dan tidak setebal jalur sebelumnya.
Area ini terkadang digunakan untuk mendirikan tenda, cukup luas bisa memuat 20 tenda. Ada mata air di sebelah kanan meski tidak besar namun cukup membantu bagi kami yang mau refil botol-botol kami yang sudah mulai berkurang isinya.
Cukup mlipir ke sebelah kanan 50 meter, kami bisa menemukan mata air ini. Namun harus hati-hati karena di belakangnya jurang cukup dalam yang tertutup rimbunan semak belukarnya.
Mentari yang sudah cukup tinggi nampakanya tidak berpihak kepada kami saat menyapa dunia. Dimana pijak-pijak kami masih terhalang perdu gunung Merbabu.
Pos III Kergo Pasar: 07:20
Dari Pos 2 kami melanjutkan perjalanan kami ke Pos 3 Kergo Pasar. Ilalang yang tinggi masih menyisakan embun semalam. Lantas pakaian kami sedikit basah olehnya. Tapi tidak apalah, karena buat kami ini adalah satu resiko, jika sudah mau membaur ke
alam ya memang sudah tahu resiko. Mempercepat langkah kami di punukan-punukan Merbabu yang sudah terbuka lebar. Hamparan sabana terpampang depan kami yang menghijau, gunung Sindoro-Sumbing di sebelah barat juga turut menyapa kami dengan senyum di puncaknya. Meski kabut tipis menghalanginya tetap saja mereka terlihat gagah dengan sejuta pesonanya. Tidak jauh di bawah kami ada gunung Andong, Gunung Telomoyo serta gunung Ungaran yang menyuguhkan keindahannya untuk kami abadikan.
Ini menjadi sabana cantik setelah kebakaran beberapa waktu lalu yang meluluh lantahkan ribuan hektar gunung Merbabu. Namun Tuhan begitu sempurna menggantikannya dengan sabana yang sangat luas dan sangat eksotis. Bisa jadi tempat ini menjadi iconik di jalur Cunthel Kopeng, aamiin saja ya teman-teman hehehehe.
![]() |
| Pos 4; Puncak Pemancar |
Pos IV Puncak Pemancar: 08:30
Rasanya panas mentari pagi ini sudah mulai menyengat saat kami mulai meninggalkan pos 3. Sabana yang tadi nampak hijau dan mulus ternyata memberikan segala tipu dayanya. Faktanya jalur ini sangat terjal dengan bebatuan kecil dan jalur-jalur yang semakin sulit.
![]() |
| Ujung Pos 3 |
Lelah kami disetiap pijakan, berhenti dan menengok ke belakang, rasanya ada yang menyemangati dengan seringai senyum teman-teman yang sedikit terengah. Seru, tapi juga tidak mudah untuk melaluinya. Trek terpanjang dari jalur ini nampkanya menguji kesabaran kami.
Hampir satu jam kami menyusuri punggungan gunung Merbabu. Medan yang mulai berbatu di ujung pendakian untuk menuju pos 4. Batu-batu besar berdiri kokoh dan ada papanisasi yang menujuk arah ke Thekelan. Artinya di pos 4 ini menjadi titik temu pendakian gunung Merbabu Via Thekelan dan Via Cunthel.
Pukul 08:30 kami sampai di Pos 4 Puncak Pemancar. Pemancar yang sudah ambruk menjadi saksi bisu betapa kencengnya badai di gunung Merbabu. Selain usia yang sudah tua, pemancar ini juga membahayakan karena sesekali ada pendaki yang nakal untuk memanjatnya.
Di pos ini cuaca cukup cerah, awan-awan bertaburan selayaknya kapas terbang, menghiasi langit dan cakrawalanya. Sengatan matahari pagi ini membuat kami hanya berdiam sejenak dan mengabadikan secukupnya view yang sangat amazing ini.
Puncak Syarif: 10:05
Sembalunnya Merbabu orang-orang bilang dengan view segagah ini. Lembah dan sabana di sebelah kiri kami tampak begitu menggoda untuk di abadikan. Spot-spot cantik pagi itu juga dipenuhi mereka yang mencari media untuk dibuat frame wallpaper mereka.
Senyum tipis dan manis nampaknya juga mengisyaratkan kepuasan mereka naik gunung Merbabu. Apapun alasannya mereka tertawa dengan segala gudang pengalaman hari itu.
Bau belerang menyambut perjalanan kami saat melintas kawah condro dimuko. Meski sudah tidak aktif bau belerang ini masih menyengat. Padas-padas putih menjadi daya tarik sendiri untuk diabadikan.
Medan pendakian sudah pada fase sulit, medan yang berbatu dan sesekali lutuh ketemu hidung adalah hal yang biasa.
![]() |
| Tugu Puncak Syarif |
Di Puncak Geger Sapi kami berhenti sejenak, ada rasa haru dari sekian rasa bahagia dalam hati kami. Alam ini begitu terbentang luas, lantas apakah kami salah jika mensyukurinya? tentu tidak kataku dalam hati. Kak Putri yang sembari duduk dengan meneguk air minumnya seolah begitu menikmati perjalanan ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 menit, kami segera bergegas untuk menuruni jalur setelah puncak Geger Sapi, tetapi setelahnya tanjakan yang panjang telah menanti kami.
Pukul 09:50 kami sampai di persimpangan jalan, kami memutuskan mengambil belok kiri untuk ke puncak Syarif. Karena itu memang tujuan kami dari awal dan tidak akan ke Puncak Trianggulasi dan Ketheng Songo.
Setelah persimpangan tidak terlalu sulit medan untuk mencapai puncak Syarif dan akhirnya kami tiba di Puncak Syarif pukul 10:05.
Puncak ini tidak begitu ramai dibanding dengan Puncak Kentheng Songo dan Puncak Trianggulasi. Puncak ini juga menjadi jalur puncak tertinggi dari Basecamp Timboa, Basecamp Pantaran. Namun kedua jalur pendakian tersebut hanya untuk AKAMSI dan tidak dibuka untuk umum.
Total Pendakian Naik: ± 5 Jam
Dari perjalanan kami tempuh kalau dihitung kurang lebih 5 jam dan perjalan turun kurang lebih 3 jam. Jadi kami menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam untuk naik dan turun.
#Mendaki
#Tektok
#Estimasi-waktu
#Gunungmerbabu
#Kopeng
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)