Trip Gunung Bromo, Bersama Lautan Awan


Akhir tahun 2025, ada kesempatan rihlah ke Malang dari kantor. Tidak terfikirkan untuk ke sana. Pukul 17:00 bus kami beranjak dari Demak menuju kota Malang. Di beberapa area kami singgah untuk mengisi di resto-resto yang menurutku cukup mewah. Terbersit dalam hati kami, musim hujan berkunjung ke Bromo akankah cerah di sana nanti?

Pertanyaan yang tidak terjawab di sepanjang jalan.

Malam di perjalanan membuat mata terkantuk, beruntung bus yang nyaman mengantarkan kami dalam mimpi meski terkadang terbangung saat bus mengerem mendadak. Pukul 02:00 WIB kami sudah sampai di Malang dan diarahkan di tempat parkir bus yang sudah ramai oleh pengunjung yang datang dari luar kota. Berebut kamar mandi untuk mengeluarkan amunisi yang tersimpan dari tadi. Jaket tebal segera kami kenakan saat kami disambut dengan hawa dingin cukup menusuk. Antrian yang panjang membuat tidak terasa waktu bergulir menuju pukul 03:30. Aku sendiri memesan kopi di tumbler hitamku, persediaan untuk menyambut sunrise nanti.

Perssiapan Naik Jeep

Event Organizer segera mengumpulkan kami untuk pembagian Jeep ke arah gunung Bromo. Pukul 04:00 kami berangkat naik Jeep dan beruntungnya team kami dapat jeep yang tertutup. Rasa dingin tidak begitu menyengat saat jeep kami berhenti di depan masjid. Menunggu adzan subuh cukup lama, selain antri untuk berwudlu, masjid juga sudah berjubel dengan peserta yang lain untuk menunaikan ibadah yang sama. Begitu salam berakhir kami segera bergegas untuk bergantian dengan rombongan lain. Kemudian kami naik Jeep untuk melanjutkan peralanan. Tanjakan dan tikungan yang tajam tidak jarang kami lalui. Sopir yang sudah hafal medan menuju lokasi nampak santai memegang stang bulatnya. Aku sindiri sedikit gugup saat tiba-tiba menikung tanpa aba-aba serta merta memagang handle pintu yang cukup kuat.

Langit jingga sudah mulai nampak, menandakan waktu sunrise akan segera tiba. Pukul 05:00 kami sampai tempat parkir Jeep dengan riuhnya rombongan lain. EO kami menempatkan di Penanjakan 1 yang tidak terlalu tinggi dan mudah untuk medan pendakiannya.

Tidak lupa menenteng tumblerku untuk bergegas menuju spot sun rise. Tukang ojek yang tidak lelah menawarkan jasanya dengan harga Rp 20.000. Dengan sopan kami menolak tawaran dengan alasan tidak jauh lokasinya. Benar saja kami berjalan hanya 10 menit dari lokasi parkir sudah sampai di spot sun rise.

Lautan Awan

Begitu sampai mata kami disuguhkan lautan awan yang lembut pagi itu. Tidak terlalu tebal tetapi juga tidak bisa melihat di Pasir Berbisiknya. Rembulan pagi itu mulai bergulir dengan sinar temaramnya. Semilir angin pagi itu mengibaskan rumput yang sedikit berembun.

Segera aku mengeluarkan kamera dari ponselku untuk merekam segala keindahan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Spot pertama sudah terdokumentasikan, lalu kami mulai naik lagi di Sun Rise Areanya.

Lautan Awan

Wahhh wahhh berjubelnya pengunjung pagi itu untuk melihat lautan awan yang sangat cantik. Di kejauhan nampak gunung-gunung Bromo yang di atas awan. Asap sulfatara yang keluar di salah satu barisa Gunung Bromo juga tidak kalah cantiknya pagi itu. 

Semua beradu pose terindah untuk diabadikan. Para Gen Z yang bermedia sosial, pada on di live tiktok atau Instagram. Semua membaur dalam kegembiaraan pagi itu. Sun rise mulai menyapa pagi itu, meski tidak bulat ceplok telur, akan tetapi mematahkan imajinasiku, ke Bromo musim hujan dapat apa? Akhirnya terjawab juga pertanyaan yang dari kemarin masih dalam misteri.

Langit yang cerah, cuaca yang bersahabat dan moment yang tak terlupakan menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut. Nampak gagah Gunung Semeru yang mengeluarkan semburan asapnya meskipun terlihat dari kejauhan. Mengingatkan ku secara pripadi, betapa indahnya saat kakiku menginjakkan di atap tertinggi di pulau Jawa sekian tahun lalu. Hemm rasanya untuk saat ini sudah berat untuk bisa ke Semeru, kecuali ada liburan panjang bersama anakku. Entahlah semoga bisa tercapai nantinya.

Sunrise lewat begitu saja, tidak banyak dokumentasi juga karena kurang aestetik untuk dibidik dengan kamera ponsel kami. Kami mulai menuruni bukit Penanjakan 1 dan kembali ke Jeep. Tidak lupa kami sempatkan foto di depan jeep sebagai peninggalan jejak pernah naik roda empat yang super berani sang drivernya. Kami dibawa menuju pasir berbisik dengan laju kendaraan yang tidak terlalu cepat. Sepanjang jalan terlihat ada yang jalan kaki, lari dan ada pula yang menuntun kudanya.

Kurang lebih 15 menit kami sampai di lokasi pasir berbisik. Lautan pasir yang sangat luas, banyak kendaraan jeep yang lalu lalang mengantar para tamunya. Kami di jamu dengan sarapan yang cukup panas sebenarnya. Karena hawa dingin makanan yang hangat tidak bertahan berlama. 

Kabut tebal yang terlihat di atas tadi kini kami rasakan dengan hawa yang sangat dingin. Jaket tebalku tidak aku singkirkan dari badanku saat seruput minuman penghangat masuk ke dalam kerongkongan. Ahh tidak terlalu manis tapi pas untuk diminum hingga habis bersama jamuan pagi itu.

Suasana Kabut di Lautan Pasir

Usai sarapan kami dibawa sang driver ke spot gunung yang ada di depan kami. Pukul 07:30 kami mulai pendakian dengan bekal air minum yang tidak terlalu banyak Anak tangga panjang menyambut langkah kaki kami. Ku coba menghitung satu satu sampai akhirnya lupa sudah keberapa anak tanggak yang sudah kunaiki.

Beberapa kesempatan ku teguk air minumku yang mulai menipis. Sedikit yang penting cukup sampai puncak, itu prinsipku. Hampir satu jam kami sampai di puncak. Bau belerang yang menyengat tidak membuat kami lama-lama di puncak. Dokumentasi secukupnya lantas kami turun untuk bergabung dengan teman lain yang sudah menunggu.

Kawah Gunung Bromo
Area Pasir Berbisik

Pukul 09:20 kami masuk jeep untuk kembali ke parkiran bus dengan sejuta rasa untuk di ceritakan nanti. Kantuk kami melanda sepanjang jalan terlelap dengan segara di dalam jeep. Pukul 11:20 kami sampai di parkir dan lelah kami terbayarkan dengan keindahan Bromo di musim penghujan. Lautan awanmu memang amzing dengan sejuta pesona yang kau berikan.

#trip

#Bromo

#Semeru

#Gunungbromo

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url