Sabtu, 18 Januari 2020

7 Medan Sulit Gunung Sumbing via Garung Wonosobo dengan View Salju di Puncak Gunung Sindoro


Jika mendaki adalah salah satu hobi kalian, bisa juga coba nih pendakian Gunung Sumbing Via Base Camp Garung, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Sumbing dengan tinggi 3371 MDPL ini merupakan puncak tertinggi ke dua setelah Gunung Slamet. Keberadaannya berseberangan dengan Gunung Sindoro. Sehingga tidak jarang pula para pendaki yang datang dari jauh luar kota bisa melakukan pendakian Dobel S (Sumbing - Sindoro). Gunung Sumbing sendiri termasuk gunung berapi yang masih aktif, ini ditandai di puncaknya kita masih bisa melihat kepulan asap sulfatara di kawahnya. 

Memasuki basecamp Garung pada saat cuaca cerah sejauh mata memandang kanan dan kiri kita sudah disuguhi pemandangan dari kejauhan puncak Gunung Sumbing dan Sindoro. Pada sore hari atau pagi hari, kedua puncak tersebut berwarna kuning kemerahan terkena sinar matahari yang semakin mempesona dan menjadi daya tarik tersendiri untuk menggapainya.

Base Camp Garung Gunung Sumbing


Dibalik keindahan Gunung Sumbing ini ternyata tidak mudah bagi saya untuk mencapai puncaknya. Jalur Gunung Sumbing Via Garung ini menjadi yang sulit buat saya. Ada beberapa jalur pendakian yang memang menjadi trek sulit untuk dilaluinya.

  1. Dimulai dari basecamp, kami mencoba jalur baru nya. Jalur ini awalnya memang lumayan menanjak, meski bisa ditempuh dengan ojek untuk sampai Pos 1 Malim, akan tetapi jika jalan kaki sudah cukup menguras tenaga. Meski jalan sudah tertata rapi namun tingkat kemiringan yang tidak landai lagi membuat langkah kaki semakin berat. 
  2. Menuju ke Pos baik jalur lama ataupun jalur barupun tidak ada bedanya. Sama-sama tanpa bonus untuk sekedar meletakkan badan di lahan yang datar. Khususnya jalur baru ini yang sedikit bersahabat karena ada mata air yang bisa dikonsumsi. Mendekati Pestan, tepatnya di Engkol-Engkolan, jalur ini memang tidak begitu bertebing akan tetapi medan yang mulai kian menanjak dan sangat licin baik untuk naik atau pun turun. Belum lagi saat kemarau jalur ini full dengan debu yang tebal dan siap-siap harus menggunakan ekstra masker. 
  3. Pestan.atau yang biasa disebut dngan Pasar Setan, meski tidak seseram namanya jalur ini termasuk trek yang sangat panjang dengan kanan kiri sabana. Ini akan semakin berat jika para pendaki menghendaki camp di atas Pestan. Beban keril yang cukup menguras tenaga dengan jarak waktu tempuh yang sudah setengah perjalanan tentunya semakin membuat tubuh menjadi semakin lemas dan capek jika tidak diimbangi dengan mengkonsumsi makan yang mengandung kalori.
  4. Pasar Watu, Sekilas tempat ini hampir tidak ada tempat untuk mendirikan tenda. Tempat yang berbatu kerikil ini membuat tidak nyaman untuk mendirikan tenda. Pun dengan semakin terjal jalurnya dan mau tidak mau kita harus mendirikan di pos berikutnya.
  5. Watu Kota, tempat ini hanya sedikit lahan yang kosong untuk bisa mendirikan tenda, mungkin hanya cukup untuk 6-10 tenda dengan kapasitas 3-4 orang. Memang cukup nyaman mendirikan di Watu Kotak ini, karena tempatnya terlindung dari bebatuan dan punuk-punuk bukit sepanjang jalur. Jika terjadi badai paling tidak tidak langsung mengenai tenda yang kita bangun. Medan untuk mencapai tempat inipun juga tidak kalah ekstrimnya, sesekali kita harus mlipir di bongkahan batu yang cukup terjal.
  6. Perjalanan dari Watu Kotak ke Puncak Buntu Gunung Sumbing, jalur semakin terjal. Dengan berbatu tajam diantara pohon cantigi yang tidak tinggi lagi. Jalur ini cukup menguji adrenalin kita apalagi pada musim hujan tempat ini juga sangat licin dan resiko tergelincirpun sangat tinggi jika tidak hati-hati.
  7. Puncak Buntu ke Puncak Rajawali, Puncak Rajawali sendiri berlokasi bersebrangan dengan Puncak Buntu dan menjadi jalur terekstrim berikutnya. Kita harus memutari setengah lingkaran kawah Gunung Sumbing. Pada saat mendekati pertemua jalur dari Kali Angkrik dan Banaran kita akan menuruni sebuah tebing yang cukup tinggi. Sudah tersedia alat webbing dan kita memang harus bergelantungan untuk menuju ke jalur berikutnya.
Pestan menuju Pasar Watu
Dari semua medan yang selama perjalanan dari base camp hingga ke Puncak Buntu, Puncak Rajawali tentunya bukan hanya medan sulit saja yang kita temui akan tetapi pemandangan yang sangat indah. Jika cuaca cerah kita bisa melihat sabana yang hijau atau kuning keemasan di sekitar Pestan. 

Lautan awanpun akan semakin indah saat kita berada di dekatnya. Sesekali pernah juga mendapatkan cuaca cerah dengan latar belakang Gunung Sindoro yang diselimuti awan putih di puncaknya yang seolah seperti salju, sangat amazing memang.
Salju di Puncak Gunung Sindoro

Lautan Awan di Watu Kotak
Di Puncak Buntu sendiri kita juga bisa melihat kawah Gunung Sumbing yang sangat luas yang di dalamnya ada pasir putih dan beberapa bukit-bukit yang berbatuan terjal yang mungkin dahulunya adalah kaldera-kaldera bekas letusan Gunung Sumbing.
Puncak Buntu Gunung Sumbing
Semua akan terbayar dengan keindahan dari Sang Maha Pencipta yang tidak akan pernah kita dapatkan selama di dataran yang lebih rendah. Tentunya perjuanganlah yang nantinya akan menjadi cerita kepada anak cucu kita kelak. Selama kita menghargai alam tentunya alampun akan bersahat dengan kita. Aamiin
Comments


EmoticonEmoticon