Kamis, 02 April 2020

Mitos Legenda Gunung Semeru 3676 MDPL


Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno ''Tantu Pagelaran'' yang berasak dari abad ke 15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senatiasa berguncang. Para Dewa memutuska untuk memakukan Pulau Jawa dengan memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Dewa-dewa terserbut meletakkangunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkan ke bagian timur Pulau Jawa. Ketika Gunung Meru dibawa je timur, serpuhan Gunung Meru yang tercecer mencipatakan jajaran pegunungan di Pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, Pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewea memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagia barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Penanggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke Pulau Jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau dinamakan Jawa.

Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lamabng agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung diantara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Deweata, Hyang dan makhluk halus.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang menerima suara gaib dari Dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren unutk mendapat Tirta Suci

Sumber : Wikipedia
Comments


EmoticonEmoticon