Jumat, 21 Agustus 2020

Pendakian Gunung Bismo Via Silandak, Wonosobo


Mengawali perjalanan kali ini cukup berbeda dengan pendakian tahun lalu yang biasanya pendakian pada bulan Agustus biasanya medan dengan berdebu dan tahun ini bulan Agustus masih bersyukur dapat kiriman hujan. Sehingga perjalanan cukup nyaman namun memang tetap harus waspada dengan medan yang licin.

Gunung Bismo sendiri terletak di wilayah kabupaten Wonosobo dan Dieng. Memiliki ketinggian 2.365 MDPL gunung ini memiliki 2 basecamp resmi yaitu di Silandak Wonosobo dan Sikunang Dieng. Sebenarnya ada beberapa basecamp, namun untuk saat ini yang biasa digunakan adalah kedua basecamp tersebut.

Estimasi perjalanan

Dari jalan raya Wonosobo - Dieng kami masuk ke arah Silandak kurang lebih 6 Km, dengan diawali jalan yang masih berbatu, akan tetapi mendekati dengan basecamp, jalan sudah bagus beraspal, kurang lebih setengah jam dengan sepeda motor.

Basecamp Silandak sendiri sudah berada pada ketinggian lebih dari 1000 MDPL, sehingga sudah cukup tinggi untuk sampai ke sana. Kondisi saat ini sudah lebih tertata dengan fasilitas yang cukup memadahi, toilet, sarana tempat ibadah dan yang terpenting adalah kantin untuk para pendaki yang biasanya paling dicari-cari setelah sampai di basecamp.

Basecamp - Pos I Dewabrata 1 jam

                                                                 Pos I Pada Malam Hari

Bisa ditempuh dengan dua cara yaitu dengan jalan kaki kurang lebih 1 jam dan naik ojek 10 menit dengan biaya Rp. 15.000. Menuju Pos I jalan sudah mulai menanjak dengan medan berbatu yang sudah tertata rapi. Karena merupakan jalan para petani yang ke ladang dan memanen hasil tanamannya sehingga jalur ini cukup lebar untuk sebuah sepeda motor yang lalu lalang membawa pupuk atau sayur-sayuran. Di Pos 1 ini disambut dengan pintu gerbang dan dibangun shelter yang cukup lebar untuk istirahat para pendaki. View di Pos I pun cukup terbuka dengan pemandangan kota Wonosobo dan dimalam hari cukup cantik dengan kerlap-kerlip lampu kotanya.

Pos I - Pos II Gangga Putra, 45 menit


Perjalanan menuju Pos II diawali dengan jalan datar dengan rumput alang-alang yang cukup tinggi sehingga disarankan untuk memakai pakaian dengan lengan panjang supaya aman dari goresan alang-alang yang tajam. Tanjakan masih bersahabat dengan rimbun hutan di jalur ini. Mendekati Pos II kita akan bertemu dengan hutan pakis yang cukup lebat. Pos II juga sudah dibangun shelter untuk tempat istirahat para pendaki. Pos II ini juga yang disaran untuk mendirikan tenda sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke pos berikutnya. 

Pos II - Pos III, Sigandul 40 menit

Diawali dengan tanjakan yang mulai meninggi, dengan beberapa tempat diantaranya sudah dipasang webbing untuk berpegangan. Karena medan yang cuku terjal dan memang harus ekstra hati-hati. Ada beberapa tempat yang memang berdekatan dengan jurang yang dalam sehingga dipasangi pembatas untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Hutan masih rimbun jadi jika pendakian di siang haripun tidak begitu banyak terkena sinar matahari yang menyengat. Amanlah untuk kulit kita hehehehe. Menuju Pos III ini akan meleweati "Terowongan Mesra" dimana pucuk-pucuk pohon ini membentuk seperti terowongan, dan bagi yang berpostur tinggi diwajibkan merunduk jika tidak ingin tercantol rimbun-rimbun daun-daunnya. Di Pos III ini tidak direkomendasikan untuk menidirikan tenda kecuali dalam keadaan darurat. Selain tempat yang sempit untuk kapasitas 2 tenda dengan kapasitas 2 orang, tempat ini juga berada di bibir jurang yang cukup berbahya.

Pos III - Pos IV, Swetawira, 30 menit

Sebenarnya menuju ke Pos IV ini tidak terlalu jauh, akan tetapi medan yang paling terjal inilah yang membuat perjalanan agak terhambat. Jalan yang sempit dan licin diwaktu hujan yang menjadikan perjalanan lebih lama. Jika tiba di tanjakan Ginak-Ginuk ini yang menjadi titik kemacetan jika pada saat pendakian sedang ramai. Tanjakan Ginak-Ginuk ini memang ekstrim dengan kemiringian 70-80 derajat. Kurang lebih 50 meter dengan kanan dan kiri ada jurang yang dalam sehingga sangat berbahaya jika tidak konsentrasi dalam melalui tanjakan ini. Saat ini sudah terpasang webbing untuk berpegangan yang membuat para pendaki lebih mudah untuk naik atau turunnya. 

Pos IV - Puncak I Hastinapura, 20 menit

Pos IV ini merupakan tempat terakhir untuk bisa mendirikan tenda. Sangat luas bisa memuat kurang lebih 50-100 tenda. Karen sudah dikemas untuk mendirikan tenda tempat ini banyak tempat datar dan cukup nyaman. Berada dicekungan bukit dan aman dari sengatan matahari dan cukup nyaman dari badai. Tapi tetap jaga kebersihan ya teman-teman dan bawa sampahmu turun kembali. Menuju ke puncak Hastinapura rata-rata sudah tidak membawa beban kecuali air dan beberapa makanan atau snack sehingga perjalanan juga tidak lama. Kita akan bertemu dengan Jurang Maut di sebelah kanan kita yang sangat dalam, sehingga harus ekstra hati- hati. 

Sampai di Puncak Hastinapura kita akan disuguhkan pemandangan yang menakjubkan dengan latar belakang gunung Sindoro, Gunung Kembang dan Gunung Sumbing. Lebih beruntung lagi bila cuaca cerah maka semua akan terlihat jelas. 

Puncak Hastinapura - Puncak Indraprasta, 15 menit

Sangat disayangkan memang jika sudah sampai puncak Hastinapura jika tidak ke Puncak Indraprasta, karena di puncak yang satu ini sangat sempurna pemandangannya dengan lekukan Jurang Maut yang terlihat setengah lingakarn dan untuk mendapatkan view huruf U di Gunung Bismo ini. Jalan menuju kesanapun cenderung turun dan datar sehingga mudah untuk dilalui. Sepanjang jalan kita bisa menikmati pemandangan kanan dan kiri kita yang bagus. Semua gratis untuk dinikmati hehehehe


Rekomendasi buat gunung ini adalah buat para pemula sebaiknya lewat basecamp Sikunang yang lebih landai, kalaupun harus lewat silandak sebaiknya didampingi oleh teman yang bisa memberikan rasa nyaman saat pendakian terutama di tanjakan Ginak - Ginuk.

Bonus saya kali ini dalam pendakian Gunung Bismo adalah bisa menulis dan mempraktekkan apa yang telah saya banyak dapat dari seseorang yang banyak menyupport saya untuk menulis. 


Comments


EmoticonEmoticon