Selasa, 30 Mei 2023

Mendaki Gunung Perahu Via Wates dengan si Oik

Basecamp Pendakian Gunung Prahu via Wates Temanggung Jawa Tengah

Karena suatu janji yang harus aku tepati, akhirnya sayapun mengajak anak saya dengan berbagai pertimbangan dan permintaan. Pada akhirnya gunung Prahu yang kami pilih untuk mengajak anakku untuk mencoba mendaki yang ke sekian kali pada usia dia yang ke 6 tahun.

Persiapan dan perlengkapan sudah lengkap serta komplit, mulailah perjalanan kami dari kota Demak ke Basecamp Gunung Prahu Via Wates Temanggung. Kami mengendarai motor berdua dengan segala bekal yang saya buat senyaman mungkin dalam perjalanan. Karena anjuran seorang teman kami memilih jalur terdekat dari kota Demak ke basecamp. Demak-Semarang-Boja-Temanggung tepatnya di Pasar Candiroto belok kanan ke arah kecamatan Wonoboyo hingga berujung di Basecamp Gunung Prahu Via Wates. Karena membawa anak kecil yang masih ngantukan jika diperjalanan aku berusaha membuat space di depan untuk bisa buat tidur si Oik. 

Tanpa mengurangi porsinya ada beberapa kali saya istirahat untuk meluruskan kaki di waralaba serta membelikan jajanan kesukaan si Oik supaya semangat lagi dalam perjalanan. Kebetulan hari Jum'at perjalanan waktu itu, sesampai jalur Kendal - Temanggung kami berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat jumat. Di situ banyak yang melihat kami dengan dengan beban di sepeda motor kami. Usai sholat jumat alhamdulillah ada jum'at berkah dan mendapatkan makan siang free sampai akhirnya kami dibekali 2 bungkus untuk perjalanan kami sampai basecamp.

Kamipun menyusuri sepanjang jalan dari pasar Candiroto, jalan beraspal dan sesekali cor-coran namun sangat nyaman buat perjalanan, namun tidak rekomendasi jika perjalanan malam hari. Jalan berkelok kelok dan naik turun bukit, view juga bagus jika tidak berkabut. Ada beberapa air terjun yang terlihat dari jalan sehingga menambah cantik pemandangan sekitar. Akan tetapi akan berbahaya jika turun kabut, karena jalan yang sempit dan banyak turunan dan tikungan tajam sehingga harus mengondisikan motor atau mobil harus dalam keadaan fit. Tidak ada pom bensin kecuali eceran yang dijual penduduk setempat. Lebih baik harus full tank jika melewati jalan tersebut. Jika di total perjalanan kami sampai basecamp hanya butuh waktu 3-4 jam, itupun sudah kepotong istirahat dan sholat jum'at. Dibanding dengan jalur Sumowono yang akan menghabis 5-6 jam an. Tentu ini menjadi sebuah pertimbangan untuk memilih jalan ini. 

Malam harinya kami buat istirahat full dibasecamp, meskipun ramai namun masih tetap nyaman buat istirahat. Kondisi basecamp yang bersih dan fasilitas juga komplit membuat basecamp gunung Prahu via Sawit Temanggung ini semakin banyak diminati oleh para pendaki yang datang dari berbagai daerah bahkan dari luar provinsi Jawa Tengah. 

Kami bangun pagi-pagi dan menunaikan sholat subuh di mushola yang berada di ujung timur basecamp. Cuaca yang sangat dingin membuat kami tetap mengenakan jaket tebal dan bersyukur lagi di depan basecamp disediakan perapian untuk menghangatkan tubuh-tubuh yang menggigil. Kamipun tidak mau berdiam diri, kemudian kami menyusuri ladang petani yang ditanami kentang untuk menunggu sun rise. Sebelah timur terlihat bukit Sikendil dan Gunung Sindoro yang nampak gagah sekali dan ada terlihat asap sulfatara tipis di atasnya. Tidak berselang lama kabut tebalpun turun yang memaksakan kami untuk kembali ke basecamp. Kemudian kami ke warung sebelah dengan menu sarapan paginya, nasi gorenglah pilihan kami untuk mengisi perut kami yang sudah mulai lapar.

Membersihkan diri kemudian kami lakukan dan persiapan untuk pendakian. Packing sudah lengkap, registrasi dengan harga tiket per orang Rp 20.000, Fasilitas Basecamp Rp 10.000, parkir motor Rp. 5000 dan Jasa Ojek Rp 25.000. Rasanya tidak terlalu mahal untuk sebuah pemandangan dan layanan yang disuguhkan. Pukul 09:00 kami mulai pendakian dengan mengojek sampai pos 1. Menggunakan jasa ojek kurang lebih 15-20 menit dengan memangkas waktu kurang lebih 1,5 jam jika ditempuh dengan jalan kaki. 

Si Oik bersama kak Egi

Pos 1 ditandai dengan pintu gerbang selamat datang kepada para pendaki Gunung Prahu Via Wates yang merupakan batas ladang petani dengan vegetasi gunung Prahu. Memasuki vegetasi gunung Prahu ini kami berjalan dengan pelan mengingat dengan si Oik yang sudah mulai kami lepaskan untuk berjalan sendiri. Medan pendakian sangat bersahabat untuk semua kalangan usia. Selain berjalan sendiri saya juga sudah membebani si Oik dengan kebutuhan pribadinya, ponco, jaket, bantal dan sedikit makanan ringan, sehingga tubuhnya seimbang saat berjalan dan untuk menghindari rasa dingin yang berlebihan.

Terik mentari saat itu, membuat perjalanan kami sedikit menguras tenaga untuk sampai di pos 2 kami membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, jalan yang santai sekali dengan sering bercanda dengan teman-teman dari Bandung, Gresik, Bantul dan Lamongan. Si Oik sendiri sangat menikmati perjalanan dengan tanpa mengeluh, kalaupun minta istirahat sesekali adalah hal yang lumrah, pun toh saya sebagai orang yang dituakan juga ada rasa lelahnya saat berjalan hehehe.

Pos 1, Batas Ladang Penduduk dengan Vegetasi Gunung Prahu

Sesekali dalam perjalanan ada yang memberi jajan kepada si Oik, si anakpun sangat senang dan sesekali isengnya mulai dari ngagetin teteh dari Bandung dengan sembunyi dibalik pohon. (https://www.tiktok.com/t/ZSLLygMrm/?t=1). Bergelendotan dipohon dia bilang seperti monyet yang suka naik pohon hahahaha. Paling senang saat sampai pos tiga dan ketemu dengan sumber air, tanpa di suruh si Oik membuka kran dan minum sepuasnya. Dalam hati saya berkata (Persis sama bapaknya) dan kemudian sayapun juga melakukan hal yang sama, minum sepuasnya sampai dahaga kami hilang. 

Sampai di Bukit Perindu kurang lebih pukul 12:00 kami tetap melanjutkan perjalanan kami untuk sampai Sun Rise Camp atau Pelawangan. Akhirnya 20 menit kemudian kami sampai di sunrise camp dan kami mendirikan tenda diantara tumbuhan cemara yang tumbuh subur. Harapan kami masih dapat penyejuk meski dalam terik matahari. Awalnya hanya ada satu tenda pendaki dari Semarang, datanglah kami bertiga tenda dan jelang malam hari semakin banyak tenda berdiri di tempat kami. Semakin malam semakin rame untuk para pendaki yang rata-rata mendirikan di Cemara Tunggal yang tidak terlalu jauh dari Puncak jalur dari Patak Banteng.

Malam harinya kami beristirahat diantara gemintang malam itu serta angin sepoi sepoi yang merdu. Sesekali saya keluar melihat keindahan malam itu yang penuh bintang. Sementara di sebelah Tenggara dua gunung menyembul diatara bintang-bintang serta lampu penghias malam di kota Temangung, Wonosobo dan sekitarnya. Beruntung sekali malam itu tidak ada kabut, tidak ada hujan dan tidak ada badai. Doa kami terkabul dengan apa yang sudah kami minta.

Usai sholat subuh saya pun membangunkan teman-teman dan si Oik untuk summit. Tidak seluruhnya bangun katanya sih mau nunggu tenda biar aman. Padahal alibi seorang yang sedang mager karena hawa dingin yang sangat menusuk tulang. Tidak lama kamipun sudah sampai di tempat tujuan dan hwaaaaa.... tumpah ruah pendaki yang semua menunggu golden sunrise nya gunung Prahu yang disuguhi view Sindoro Sumbing Kembang yang nampak jelas. 

Disela-sela itu si Oik merengek untuk minta turun sebelum sunrise nya muncul dengan alasan terlalu dingin, akan tetapi tertahan saat ada pendaki cantik yang memberinya roti bakar kesukaannya dan penghangat tangan untuk digenggamnya. Sampai akhirnya the golden sunrisenya muncul saya dan si Oik lebih awal turunnya. Sementara teman saya menemui teman di Puncak untuk diajak ke basecamp Wates. 

Bercengkrama dengan si Oik

Sesampai di tenda saya mulai memasak untuk sarapan teman-teman, sementara si Oik main game di dalam tenda. Singkat cerita kami selesai masak pukul 08:30, dan sarapan bersama. Pukul 09:00 kami mulai berkemas untuk turun. Pukul 09:50 kami start turun dan begitulah diperjalanan sembari bercanda kami tidak merasa capek dan sampai di baseecamp pada pukul 11:30 an. 

Gunung Prahu yang Cantik

Beruntung lagi saya bertemu dengan orang Demak, yang akhirnya kami pulang bersama dan salah satu dari mereka itu saya untuk menjagain si Oik saat pulang, terimakasih sekali atas bantuannya.


Review dari kami Buat Pendakian Gunung Prahu Via Wates adalah, jalur sangat nyaman untuk semua usia, Jalur yang banyak landainya serta tersedia mata air yang cukup itu yang menjadi salah satu kebutuhan utama para pendaki. Basecamp yang ramah dan bersih serta fasilitas yang lengkap menjadi daya tarik tersendiri untuk singgah dan memulai pendakian gunung Prahu Via Wates, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Contact Person Basecamp Wates = 0813-9220-6767 

Jasa Antar Jemput Pick Up Bpk Heru +62 812-1516-4950

Comments


EmoticonEmoticon