Suwanting Is Sinting - Summit Attack


Malam itu mengalir dengan begitu cepatnya, tertidur diantara suara angin gunung nampaknya belum bisa membuat nyenyak tidur kami. Sleeping Bag yang kami gunakan pun belum sempurna untuk menghangatkan tubuh. Sesekali malam itu kami keluar tenda untuk menerka malam,

Apakah berkabut atau cerah untuk persiapan perjalanan berikutnya. Alarm HP ku berbunyi menandakan sudah pukul 02:30 dini hari, ku raih dan segera ku matikan nadanya. Bergegas kami membangunkan teman-teman

yang lain untuk mempersiapkan perlengkapan dan logistik summit attack. Capek badan yang belum hilang sepenuhnya harus dirayu lagi untuk berjalan di punggung Merbabu. Senter kami sudah terpegang, ada pula yang dipasang di kepala untuk menerangi perjalanan kami menuju ke titik tertinggi Merbabu.

Sabana 1 sudah kami lewati setelah 20 menit, meski tidak nampak karena kegelapan ada pula bau tanah yang terinjak oleh kaki-kaki pejalan sunyi. Meski sesungguhnya tidak terlalu sepi ada riuh para pendaki lain dengan segala canda, tawa atau bahkan umpatannya

setelah melewati tanjakan-tanjakan sinting Suwanting. Pada laju jalur ini sebenarnya sangat bersahabat untuk medannya. Tidak terlalu terjal, apalagi ditambahkan view yang sangat cantik. Ini membuat kami berjalan lebih lambat untuk bisa lebih lama menikmati mementumnya.

Menuju Puncak Suwanting denga Sabananya

Menapaki sabana 2 rona mentari sudah menguning di ufuk timur. Sayup-sayup kicau burung mulai menyapa di pagi itu, menjadi musik alami untuk dinikmati. Sesekali menghenyakkan badan ini untuk sekedar duduk dan menikmati sabana demi sabananya.

Pukul 06 sekian menit saya bersama mas El, tiba di puncak, bertemu dengan pendaki lain yang naik lewat jalur Selo, Gancik, Thekelan ataupun Wekas, bertemu di Puncak Trianggulasi. Riuh seperti pasar dengan segala dagangannya yang mengeluarkan amunisi untuk membidik pemandangan di Puncak Merbabu. Ada satu rasa puas tersendiri saat bisa menemani teman hingga ke puncak.

Menutup pendakian dengan segala keluh kesah tentu ada cerita tersendiri, pengalaman yang tak terlupakan dan banyak teman itu yang menyempurnakannya.

Puncak Merbabu Menjadi Tujuan Utama, Tetapi Pulang Sampai Rumah itu Lebih Utama

Part Terakhir Jangan Lupa di baca ya teman-teman Pohon Jomblo, Punuk Onta dan Pohon Iconic


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendakian Gunung Sumbing Via Garung (Jalur Terbaru)

Muncak Merbabu via Thekelan Kopeng Salatiga, Kamu Bisa Lewati Rute Ini

Pendakian Gunung Sumbing Via Dukuh Seman Temanggung