Suwanting Is Sinting Bagian 2
Pos 3 Lama Banget
![]() |
| Gerbang Pendakian Suwanting |
Pagi itu mentari tersenyum melihat tingkah kami para pendaki. Sibuk dengan aktivitas masing-masing dan bagaimana bisa mempersiapkan diri dengan baik selama kegiatan pendakian nanti.
Aku sendiri sedikit menggerutu kecil, saat keril yang sudah ku tata rapi dengan packing basah, harus aku keluarkan lagi logisiknya, karena belum di cek oleh petugas. Tak hanya saya pendaki yang lainpun tidak jauh berbeda.
Bang Jack mengantri yang mengular panjang. Sedikit terik mentari sesekali bang Jack menyeka keringatnya diantara semilir angin gunung Merbabu.
Satu persatu para pendaki mendapat ceck point untuk memastikan kesiapannya. Giliran kelompok kami dengan seabrek muatan yang telah dibariskan rapi. Item satu dan lainnya tertulis dengan rapi lantas kami kemas lagi dan mendapatkan lampu hijau untuk memulai pendakian.
![]() |
| Disusun serapi mungkin sebelum ceck point |
![]() |
| Ceck Point oleh Pengelola |
Mobil bak terbuka sudah di depan kami, tas ransel dan keril kami sudah kami naikkan. Tak berselang lama mobil pun distater membawa kami mendekati pintu gerbang pendakian. Hanya 7 - 10 menit kami di atas mobil tersebut kami sudah diminta turun dengan alasan jalan tidak cukup untuk kendaraan roda empat. Kemudian tukang ojek menyambut kami dengan semangat untuk dihantarkan ke gerbang pendakian.
Tawa cekikikan kami masih segar saat menikmati moment-moment lucu selama di mobil bak terbuka. Selfie yang gagal lah, video yang tak estetiklah, menjadi bahan canda kami.
Begitu sampai di pintu gerbang tak seperti yang kami bayangkan, tidak terlalu ramai tapi cukup menyita waktu. Harus menunggu beberapa kelompok pendaki untuk di briefing oleh petugas TNGM.
Bapak setengah baya mengumpulkan kami di samping loket pintu gerbang, memberikan gambaran selama perjalanan pendakian.
Waktu tempuh normal pendakian untuk sampai pos 3 kurang lebih 5-6 jam. Dalam hati saya menghitung jika kami melakukan pendakian jam 9 pagi ada kemungkinan sampai di pos 3 pukul sekitar pukul 4 atau 5 sore hari.
Berbagai himbauan dan larangan sudah di jelaskan oleh bapaknya yang berbaju merah. Saatnya kami memulai pendakian untuk menyusuri punggung-punggung Merbabu.
![]() |
| Petugas TNGM, ada yang kenal beliau? |
Berdoa bersama kami lantunkan untuk memudahkan perjalanan kami, pukul 09 sekian menit langkah kami menyusuri jalan yang cukup lebar. Ranting-ranting yang tertiup angin menyapa kami dengan bau khas bunga-bunga cemara.
Belukar mulai menyempit setelah satu jam perjalanan kami. Kerongkongan kami sesekali aku teguk air putih di keril kami. Dingin seperti keluar dari kulkas membuat dahaga hilang dan terasa segar kembali. Melintasi Pos satu kami sudah menghitung maju patok patok yang di pasang sepanjang jalur pendakian. Tidak terasa sudah tiga jam kami berjalan, sampailah kami di hutan lamtoro yang terkenal dengan jalur yang membosankan.
Panjang sekali jalan setapak yang banyak tumbuh perdu lamtoro yang subur dengan dahan menggelembung sebagai ikatan oksigen. Jalur baru Suwanting dibuat berkelok dan zigzag membuat lebih lama pendakian.
![]() |
| Gunung Merapi |
![]() |
| Jalur baru Suwanting |
Pukul 14:30 kami sampai di sungai kecil yang mengalir jernih. Ada pipa untuk mengambil air yang ditempelkan pada saluran air yang mencekung. Mengambil satu botol 600 ml rasanya cukup untuk sampai pos 3.
Jalur baru ini dibuat belok kanan setelah sungai dan sedikit datar. Di sebelah tenggara sesekali nampak gunung Merapi yang menyembul setelah kabut tebal lewat. Hampir dua jam kami menyusuri jalur baru ini setelah batas vegetasi menyapa kami. Ada papanisasi menuju mata air yang artinya sudah tidak jauh lagi untuk sampai pos 3. Aku sedikit bergegas ke pos 3 dengan kabut yang semakin tebal sore itu. Bang Jack yang sudah datang duluan sudah membangun 2 tenda
Aku tidak lantas membantunya, sesegera aku ambil tayamum untuk ku tunaikan sholat ashar yang ku jamak dengan sholat dzuhur.
Pukul 17:00 sudah berdiri tenda saya di pos tiga, sesegera memasang fly sheet untuk lebih nyaman saat hujan datang. Alhamdulillah semua baik-baik saja sore itu meski berkabut namun saat maghrib datang dapat golden sunset yang indah untuk di abadikan.
![]() |
| Pos 3 Dampo Awang |
Pukul 09:15 kami star pendakian dan sampai di pos 3 pukul 16:30 an. Hampir 8 jam kami bergelut dengan punggung-punggung Merbabu. Waktu yang cukup lama pula kami bercengkrama dengan penghuni jalur-jalur sinting. Sesekali menyapa dan disapa
oleh mereka yang bertemu di jalur pendakian. Waktu yang lama ini tentu menguras tenaga untuk kami dan setelah makan malam kami menuju tenda untuk memulihkan tenaga setelah kulkas yang kami gendong sudah terpasang sebagai bantal kami.
Baca juga part 3 ya teman-teman 🙏🏻🙏🏻







Komentar
Posting Komentar