Suwanting Is Sinting - Summit Attack
Malam itu mengalir dengan begitu cepatnya, tertidur diantara suara angin gunung nampaknya belum bisa membuat nyenyak tidur kami. Sleeping Bag yang kami gunakan pun belum sempurna untuk menghangatkan tubuh. Sesekali malam itu kami keluar tenda untuk menerka malam, Apakah berkabut atau cerah untuk persiapan perjalanan berikutnya. Alarm HP ku berbunyi menandakan sudah pukul 02:30 dini hari, ku raih dan segera ku matikan nadanya. Bergegas kami membangunkan teman-teman yang lain untuk mempersiapkan perlengkapan dan logistik summit attack. Capek badan yang belum hilang sepenuhnya harus dirayu lagi untuk berjalan di punggung Merbabu. Senter kami sudah terpegang, ada pula yang dipasang di kepala untuk menerangi perjalanan kami menuju ke titik tertinggi Merbabu. Sabana 1 sudah kami lewati setelah 20 menit, meski tidak nampak karena kegelapan ada pula bau tanah yang terinjak oleh kaki-kaki pejalan sunyi. Meski sesungguhnya tidak terlalu sepi ada riuh para pendaki lain dengan segala canda, tawa a...