TIPS Buang Air Besar Saat Mendaki
Mountlover mania, seringkali kita mendaki dan mengalami kejadian-kejadian yang terkadang tidak terpikir dalam list sebagai contoh, kesleo, luka ringan, hypo, kebelet pup, atau bahkan digigit serangga.
Saat kita sudah memutuskan untuk melakukan aktivitas outdoor, sebaiknya kita sudah harus persiapkan resikonya.
Sudah menjadi kebiasaan dan itu manusiawi saat kita selesai mengkonsumsi sesuatu, pasti tidak akan lama kita juga akan mengeluarkan berupa Buang Air Kecil (BAK) atau Buang Air Besar (BAB).
Jika semua sudah tidak tertahan, mau tidak mau mebuang hajat tersebut. Kalau buang air kecil masih bisa diatasi dengan cukup dibersihkan dengan air atau tisu basah, sehingga kotoran yang menempel atau najis bisa dibersihka. Akan tetapi yang tidak tertahan adalah buang air besar, terkadang orang menjadi panik, malu untuk menyampaikan kepada rekannya, akibatnya mesti akan fatal dan bisa-bisa menghambat selama pendakian.
Nah kali ini mimin ingin berbagi tips jika saat perjalanan mendaki tiba-tiba ingin Buang Air Besar (BAB).
- GALI LOBANG; gunakan skop atau benda tajam yang lain untuk menggali tanah dengan kedalaman 20 - 30 cm, tujuannya untuk mengubur kotoran kita supaya aromanya tidak tercium oleh orang lain Selain itu juga tidak menjadi ranjau bagi orang yang melewatinya.
- BUANG HAJAT; jongkoklah senyaman mungkin supaya kotoran kita bisa masuk ke dalam lobang yang sudah digali.
- AIR BERSIH; jika memungkinkan dengan cadangan air selama pendakian atau dekat dengan sumber air, bersihkan dengan hingga bersih.
- TISU; jika persedian air terbatas bisa menggunakan tisu toilet secukupnya, kemudian tisu toilet ikut dimasukkan kedalam lobang. Jika terpaksa harus menggunakan tisu basah, usahakan tisu basah ditempatkan diplastik sendiri dan dibawa turun, karena tisu basah tidak bisa terurai.
- TUTUP LOBANG; setelah semua selesai, tutup kembali lobang yang sudah digali dengan rapat, supaya tidak digali oleh satwa liar. Untuk mengembalikan seperti semula, tutupi timbunan tanah tersebut dengan daun-daunan atau ranting kering.
Mengapa ini menjadi bagian penting bagi para pendaki?
- Pertama; menahan BAB bisa mengakibatkan penyakit karena feses yang ada dalam perut kita mengandung PATOGEN yang bisa menyebabkan diare, flu dan sistem kekebalan tubuh.
- Kedua; menjauh dari sumber air maka kita tidak mencemari sumber kehidupan yang dikonsumsi oleh banyak orang baik bagi pendaki lain ataupun satwa liar.
- Ketiga; dengan mengubur kotoran kita, tidak menimbulkan aroma tak sedap yang merangsang satwa liar akan mengorek-ngorek kotoran tersebut yang menjadi sumber penyakit.
