Trip Perdana Tektok Gunung Kembang Via Lengkong
![]() |
| Puncak Gunung Kembang |
Menjelang Ramadhan tahun ini saya memang sudah berencana untuk closingan pendakian. Terbersit Gunung Kembang via Lengkong yang menjadi incaran saya.
Mengajak beberapa teman yang tidak bisa untuk bergabung tidak menyurutkan saya untuk mengendarai motor ke Wonosobo. Hujan seharian yang tak berhenti tanggal 14 Februari 2026 yang sekaligus moment valentine saya memacu kendaraan dari kota Salatiga pukul 18:30. Karena malam hari saya mengambil jalur umum dan melewati kota Salatiga - Jalan Lingkar Ambarawa - Kota Temanggung - Parakan dan Wonosobo. Saya sampai di Wonosobo pukul 20:15 menit.
Terminal Mendolo saya lewati dan mengambil jalur alternatif ke Dieng untuk menuju rumah teman saya di Desa Banaran Ndoro Arum kecamatan Kertek Wonosobo. Sepanjang jalan hujan rintik rintik tidak berhenti membuat badan semakin menggigil kedinginan. Menarik selimut saya diberikan tumpangan tidur dengan hawa dingin gunung Sindoro.
Setelah diguyur hujan semalaman, hari Minggu tanggal 15 Februari 2026, melihat keluar rumah cuaca cukup cerah, meski di puncak gunung Sindoro bertopi. Saya bersama kak Dewo bergegas untuk berkemas ke Basecamp Lengkong yang tidak jauh dari rumahnya. Hanya 10 menit kami sampai dibasecamp dan disambut teman-teman basecamp kak Dewo yang sangat ramah. Aku menuju loket untuk pembayaran pendakian tapi karena saya bersama akamsi maka segala pembayaran free, heheheh. Tapi tetap saya spil HTM pendakian Gunung Kembang Via Lengkong Rp 25.000. Parkir Rp. 5000 dan Ojek Rp 30.000 untuk sekali jalan.
Well let's to continue.
1. Basecamp Lengkong
Basecamp ini berlokasi di Dusun Salaman, Desa Lengkong, Kecamatan Garung, Wonosobo.Masih tergolong baru jalur pendakian ini basecamp ini sedang berbenah untuk melayani pendaki yang datang. Dari tempat ibadah, MCK dan parkir semua sedang diperbaiki meski demikian masih dalam kategori aman. Area istirahat yang luas dan toilet yang sangat bersih untuk memberikan kenyamanan para pendaki yang datang. Untuk parkir sendiri ditempatkan di lapangan yang cukup luas sehingga bisa memuat banyak kendaraan bermotor atau mobil.
Spesial buat motor helm yang ditinggalkan jangan takut hilang atau basah saat hujan, karena para pengelola sudah menyiapkan kantong plastik untuk membungkus helm supaya tidak basah saat hujan turun. Basecamp buka untuk 24 jam bagi para pendaki yang mau camp atau tektok tetap aman dilayani selama jalur dibuka untuk pendakian.
2. Jalur Pendakian (Basecamp - Pos 1 Hutan Pinus)
Bagi para pendaki yang memilih jalur ojek dengan harga Rp 30.000 cukup 15 menit sampai di pos 1. Namun bagi mereka yang berjalan kaki akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Jalur berbatu dan cukup menanjak. Sepanjang jalur melintasi ladang petani sayuran ciri khas Wonosobo. Pos 1 ini di welcoming dengan warung sederhana yang menyediakan aneka jajanan dan minuman dan sebagai awal titik pendakian bagi yang mengojek.
Saya sendiri bersama kak Dewo menaruh motor lebih jauh lagi dari Pos 1 dan mengikuti jalur petani sayuran. Lantas kak Dewo memarkirkan motornya dibalik rerimbunan tanaman dan tidak terlihat dari jalur pendakian. Kami memulai pendakian pada pukul 08:40 dari pos ini.
3. Pos 1 - Pos 2 Pos Pakis Suri
Jalur menuju pos 2 cukup barvariasi, jalur hutan lumut basah sudah tentu akan sangat licin pada saat musim penghujan seperti ini. Tidak jarang mereka yang train run terpelest, apalagi para orang awam kaki, sepatu, celana kotor menjadi hal yang wajar untuk dilihat. Salutnya mereka tetap enjoy menikmati moment yang mereka lalui.
![]() |
| Sepatu dan outfit yang full lumpur |
Hutan lumut masih cukup lebat sehingga tidak ada view yang bisa dilihat. Jalur dibuat berkelok atau zigzag untuk menghindari tanjakan makadam kata orang-orang. Setelah 25 menit kami sampai di pos dua Pakis Suri. Di pos 2 ini ada shelter yang cukup besar untuk istirahat. Dikelilingi pohon pakis yang cukup tinggi tetapi tidak menutup view di sekitarnya.
Tidak jauh dari Pos 2 view mulai terbuka dan bisa melihat beberapa gunung seperti gunung Setlerep, gunung Prahu, Gunung Pakuwojo, Gunung Bismo, Gunung Slamet dan Gunung Kekep yang digunakan untuk paralayang juga menyatu dengan Gunung Kembang.
4. Pos 2 - Pos 3 Pos Ngratan
Meninggalkan pos 2 kami dihadapkan jalan yang semakin licin setelah hujan tadi pagi. Setiap bertemu pendaki yang turun tidak jarang melihat pakaian dan sepatu yang kotor dengan lumpur. Jenis tanah yang lengket dengan bahan membuat sepatu dan outfit yang dipakai terlihat kotor. Tapi itulah asiknya orang naik gunung, selalu ada moment untuk tertawa lepas dengan segala kondisinya. Di jalur ini ada beberapa spot yang menarik seperti ada Mata Air, yang bisa dikonsumsi ataupun sekedar cuci muka. Tersedia drum penampungan air serta pipa untuk mengalirkan airnya.
![]() |
| Sepasang muda-mudi di Pos 2 |
Tidak jauh dari situ ada satu pos unik yang di sebut Pos Hutan Tarzan, di area ini banyak akar pohon yang bergelantungan dan digunakan untuk ayunan para pendaki seperti Tarzan. Namun di musim penghujan saat ini ya cukup riskan karena berlumut tebal licin saat di pegang. Hutan lumut masih cukup tebal yang cukup mengkover sengatan matahari. Redup dan dingin suhunya membuat kami tidak berlama-lama untuk beristirahat. Lalu lalang pendaki yang naik dan turun selalu memberi semangat ataupun membohongi kami dengan kalimat lima menit lagi atau di depan jalur datar. Ahh rasanya bumbu pendakian tidak akan enak dirasa tanpa kata-kata tersebut.
Tidak jauh di pos 2, pos 3 Ngratan ini juga terdapat shelter untuk singgah sesaat yang ditutup terpal transparan dan berada di ketinggian 2005 MDPL. Perjalanan kami menuju pos 3 membutuhkan waktu kurang lebih 30-45 menit dengan model jalan santai.
5. Pos 3 - Pos 4 Igir Bima
Hanya 300 meter jaraknya dari pos 3, sepanjang jalur lebih banyak berlumpurnya, medan yang datar membuat kami bisa berjalan lebih cepat. Pos 4 ini menjadi area terluas dari pos - pos sebelumnya. Area yang datar dan jika ingin mendirikan tenda cukup nyaman karena dikelilingi pohon pohon besar yang rimbun. Adapula tempat duduk dari pohon yang dibuat sedemikian rupa untuk mereka yang ingin singgah sesaat. Sayannya shelter yang terdapat di pos 4 dihantam badai hingga ambruk tidak bisa digunakan lagi. Pos 4 ini berada di ketinggian 2064 MDPL dan waktu tempuh 20-25 menit dari pos 3.
![]() |
| Siapa yang mau jadi Tarzannya? |
6. Pos 4 - Pos 5 Sri Kumbang
Begitu melintasi pos dan membaca plang menuju pos 5, menjadi medan terpanjang di jalur pendakian gunung Kembang via Lengkong ini. Jarak tempuh 560 meter ke depan bukan hanya sekedar jalur biasa. Akan bertemu jalur baru yang dibuat oleh pengelola. Tanjakan Sakit Hati salah satunya, tanjakan ini cukup pedes untuk dilalui, licin dengan kemiringingan 70 derajat membuat pendaki yang banyak menghindari jalur ini dan memilih jalur baru. Pertemuan dengan tanjakan sakit hati sudah diberi pengaman berupa tali webbing karena jalur berair dengan ketinggian tebing 2 - 3 meter. Melewati jalur baru kami mendapati tanjakan yang cukup panjang dan ada mata air untuk isi ulang bekal airnya. Selanjutnya kita akan sampai di Watu Lempeng yang berupa batu berjajar rapi, cukup besar untuk bersandaran. Tidak jauh dari situ ada papanisasi "Awas Jurang" tepat dibelokan yang cukup tajam. Viewnya cukup bagus meskipun belum sampai puncak.
![]() |
| Cukup Cerah kan |
Pos 5 Sri Kumbang cukup menguras tenaga dengan tanjakan yang cukup panjang. Berada diketinggian 2524 MDPL merupakan area terbuka dan berhadapan dengan gunung Sindoro sebelah barat. Termasuk jalur pendakian gunung Sindoro melalui basecamp Ndoroarum juga bisa terlihat dari pos 5 ini.
7. Pos 5 - Pelawangan - Puncak Sri Kumbang Gunung Kembang
Jalur lebar di pos 5 membuat langkah kami percepat untuk segera sampai di puncak Gunung Kembang. Spot-spot cantik tidak luput dari bidikan kamera ponsel kami sebagai dokumentasi. Cuaca cerah pagi itu menjadi bonus terbesar buat kami karena mendaki di musim penghujan memang jarang mendapatkan cuaca cerah. Kurang lebih 10 menit dari pos 5 kami sampai di Pelawangan sebagai pintu gerbang untuk menuju puncak Gunung Kembang via Lengkong. Bentuk sederhana tetapi menjadi bagian iconik untuk diabadikan.
Dari Pelawangan kami sudah melihat beberapa tenda yang didirikan di puncak gunung Kembang. Spot yang cantik di kawah mati menjadi pandangan mata kami saat beristirahat sambil makan opak dan wafer ala Wonosobo. Ada yang baca novel, ada yang ngevlog ada pula yang berpose sedemikian rupa. Di kawah mati ada telaga dengan air jernihnya. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di puncak gunung Kembang dari Pelawang, cukup waktu 15 menit, itupun sudah dengan seabrek foto-foto di area yang iconik gunung Kembang.
![]() |
| Puncak Gunung Kembang |
Bonus yang lain berupa sabana yang bisa kita temui di puncak Gunung Kembang. Total perjalanan kami berangkat pukul 08:40 kami sampai di puncak pukul 10:20 kurang lebih 2 jam perjalanan tektok kami.
Kelebihan Mendaki Gunung Kembang via Lengkong Wonosobo
- Gunung Terbersih: Peraturan ketat mengenai sampah, denda tinggi, dan manajemen basecamp yang sangat disiplin membuat jalur ini sangat bersih.
- Hutan Lumut & Akar: Pemandangan alam yang magis dan rindang.
- Ramah Pemula: Meskipun menanjak, jalurnya jelas, aman, dan tidak terlalu panjang.
- Savana Puncak: Terdapat area savana yang memukau sesaat sebelum puncak.


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)