Selasa, 26 November 2019

8 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan




Kita ketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Namun bagi kalangan para penggiat alam yang meraka sudah memang menjadi hobinya mereka tidak akan mengenal musim untuk menjelajah di pegunungan yang mereka inginkan. Memang rata-rata semua pendakian memiliki resiko masing masing, misalnya pada musim kemarau resiko yang sering terjadi adalah bahaya kebakaran hutan, debu yang tebal serta panas yang sangat menyengat. 

Pada musim penghujan juga lebih banyak resiko yang akan didapatkan para pendaki. Pertama, cuaca yang tidak mendukung, hujan yang mengguyur pasti akan membuat segala peralatan basah semua. Kedua, kabut yang tebal dan pasti menghalangi pemandangan kita dan tidak bisa mendapatkan view indah yang kita inginkan. Ketiga, medan yang licin tentunya akan berisiko terpeleset jika tidak berhati-hati. Keempat, mudah terserang penyakit gunung seperti Hypotermia karena faktor badan yang terlalu dingin. 

Akan lebih baik kita menunda pendakian jika musim hujan telah datang, selain meminimalisasi kecelakaan namun juga biarkan alam merehabilitasi populasinya kembali selama musim penghujan. Saya sendiri sangat setuju dengan adanya penutupan pendakian pada sebuah gunung di awal tahun selama 3-4 bulan. Paling tidak bisa menyegarkan ekosistem kembali yang kemarin habis terbakar pada musim kemarau.

Lagi-lagi semua adalah pilihan, jika memang tetap berniat mendaki pada musim hujan, sebaiknya pertimbangkan beberapa faktor di bawah ini:
1. Pilih gunung atau bukit yang mudah didaki
Jika ingin tetap mendaki dimusim penghujan, pemilohan gunung yang tepat harus dilakukan. Sangat lebih baik tidak mendaki gunung yang medan pendakiannya sulit karena saat hujan kondisinya akan menjadi lebih buruk.
Pilih juga gunung yang waktu tempuh ke puncak dan perjalanannya singkat. Hal ini penting untuk menghindari cuaca buruk. Jika cuaca mulai memburuk perjalanan turun bisa segera dilakukan dengan cepat.

2. Sebisa mungkin tidak berkemah
Memang tenda bisa dibawa ketika mendaki untuk mengantisipasi cuaca buruk seperti hujan dan angin. Namun tetap saja berkemah dikondisi cuaca buruk tetaplah beresiko hypotermia.

3. Bawa Jas Hujan
Jas hujan menjadi wajib dibawa ketika melakukan pendakian di musin penghujan. Tentu saja tujuannya agar tidak basah kuyup ketika harus menerjang hujan karena di gunung biasanya minim tempat berteduh.
Jika sampai basah kuyup karena tidak membawa jas hujan, pendakian pun akan semakin berat. Terlebih jika udara atau angin dingin menerpa, pakaian yang basah akan melipatgandakan resiko terkena hypotermia.

4. Membawa Pakaian Ganti Extra
Baju ganti memang sebaiknya dibawa ketika mendaki, baik di musim hujan atau kemarau. Namun resiko pakaian basah tetap lebih besar ketika musim penghujan tiba, meski sudah memakai jas hujan, air masih bisa masuk melalui celah atau lubang kecil.

Oleh karena itu untuk menjaga agar tubuh tetap kering, pakaian ganti harus dibawa ekstra. Pastikan baju ganti itu diletakkan di tempat kedam seperti bungkus plastik air agar tidak basah.

5. Mendaki Ketika Cuaca Sedang Baik
Pastikan memulai perjalanan mendaki ketika cuaca sedang cerah. Hal itu lebih baik dari pada jika harus menerjang hujan sejak awal perjalanan. Bagaimanapun juga perjalanan lebih mudah ketika tidak diguyur hujan.

Jika kondisi memburuk ketika akan berangkat seperti terjadi hujan lebat atau bahkan badai, tunggu dulu sampai cuaca membaik.

6. Menghindari Berjalan di Malam Hari
Mendaki di musim penghujan akan lebih aman dilakukan di siang hari. Saat masih terang jalur pendakian lebih mudah dilihat oleh mata sehingga bisa meminimkan resiko tersesat. Saat malam hari terutama jika hujan turun, jalur pendakian akan lebih sulit dilihat. Jika berkabut tebal turun, maka hal ini akan semakin meningkatkan resiko tersesat.

7. Periksa Jadwal Buka-Tutup Gunung
Periksa juga mana saja gunung yang tetap dibuka untuk pendakian ketika musim hujan. Beberapa gunung seperti Gunung Prahu, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Semeru selalu tutup saat musim penghujan dan biasanya dimulai tanggal 2 Januari penutupannya.

Jangan sampai ketika sudah sampai pos pendakian gunung yang dituju, ternyata gunung tujuan pendakian sedang tutup sehingga perjalanan menjadi sia-sia. 

Jika pendakian ditutup, jangan pula nekat mendaki selain membahayakan keselamatan diri sendiri, pihak pengelola pendakian juga tidak segan memberikan hukuman kepada mereka yang nekat mendaki atau bahkan AUTO BLACKLIST.

Pasar Bubrah Gunung Merapi 2963 MDPL Base Camp Barameru

8. Auto Update Prakiraan Cuaca 1 Minggu sebelum Hari H Pendakian
Ini harus dilakukan melihat prakiraan cuaca sebelum hari H pendakian. Hal ini sangat penting paling tidak kita bisa mengantisipasi dan menyiapkan segala perbekalan untuk pendakian dengan baik. Saat pendakian dilakukanpun kita juga harus siap dengan apa yang akan didapatkan. Itu semua kembali kepada diri kita masing-masing, jika kita mempunyai jiwa yang legowo, tentunya semua akan ringan dan tidak akan kecewa dengan hasil terburuk sekalipun saat pendakian.


1 komentar


EmoticonEmoticon