Selasa, 07 Januari 2020

Satu lagi gunung hits di Dieng (Gunung Bismo)



Mereka para pengguna sosial media, tentunya tidak akan kehabisan cara untuk mengekspose tempat-tempat yang indah dan menarik untuk sebuah ataupun ribuan likers. Salah satunya destinasi wisata alam yang berada di kota Dieng Jawa Tengah. Tempat ini banyak sekali menyajikan panorama alam yang luar biasa indahnya. Barisan bukit-bukit yang tidak terlalu tinggi membuat para pecinta alam menjadi daya tarik tersendiri untuk mencobanya. Beberapa diantaranya ada bukit Sikunir, Gunung Prahu, Gunung Pakuwojo, Bukit Sikendil dan Gunung Bismo. 

Salah satunya adalah Gunung Bismo, yang memiliki ketinggian 2338 MDPL. Cocok sekali bagi para pemula untuk mencobanya, selaim tidak terlalu tinggi pendakian untuk sampai puncakpun tidak terlalu memakan waktu yang lama dalam pendakiannya. Satu-satunya jalur yang sudah resmi yakni Gunung Bismo Via Silandak, Wonosobo. Untuk basecampnya bisa juga dibaca di sini http://www.mountlover.com/2019/12/basecamp-gunung-bismo-via-silandlak.html. Dibasecamp Silandak ini sudah berada diketinggian 1151 MDPL.

Pendakian gunung Bismo ini bisa dibilang sudah cukup sadar dengan keberadaannya. Sebagai gunung yang sedang ngehit bagi para pecinta alam mereka sudah menyediakan berbagai fasilitas demi sebuah kenyamanan para pendakinya. Akan tetapi adapula beberapa peraturan yang harus dipatuhi tentunya yaitu: 
  1. Tidak boleh membawa tisu basah 
  2. Tidak boleh membawa boneka bentuk apapun 
  3. Tidak boleh mendirikan tenda di puncak 
  4. Tidak boleh membawa botol air mineral 
  5. Tidak boleh membawa music box
  6. Bagi perokok harus ada tempat kusus untuk membuang putung rokoknya 
  7. Tidak disarankan unutk mendirikan tenda di pos 3 dan ada beberapa peraturan lain yang harus ditaati. 
Pada saat packing harus benar-benar diingat apa saja yang perlu disiapkan selama pendakian. Terutama adalah air, ditaruh di derigen dan bisa mengambil di sebelah kiri basecamp karena di Gunung Bismo sendiri tidak ada mata airnya.

Melalui basecamp Silandak ini, jalur pendakian ditempuh dengan waktu kurang lebih 3,5 jam jika tidak menggunakan ojek. Jika menggunakan ojek bisa lebih menyingkat waktu 1 jam. Untuk ojek juga lumayan terjangkau dengan 10.000 rupiah perjalanan akan sampai di bawah pos 1. Sensasi perjalanan dengan ojek adalah dimana sesampai di ladang petani di kanan kiri adalah jurang menganga, sehingga hanya tukang ojek yang recomended yang boleh menarik penumpang di jalur ini. Namun disisi lain pemandangan juga sangat bagus selama perjalanan naik ojek. Sampai di penurunan ojek, kita disambut dengan tanjakan yang lumayan bersahabat karena masih alami. Tidak lama kemudian kita sampai pada Pos 1 Dewa Brata dengan ketinggian 1528 MDPL. Di pos 1 ini ada semacam gasebo untuk sejenak beristirahat, cukup luas tempatnya dan bisa digunakan untuk mendirikan tenda kurang lebih 5-10 tenda. Dengan background puncak gunung Bismo serta bukit-bukitnya yang hijau menambah semakin asri. Akan tetapi disini sebagai batas hutan dan pepohonan jarang sehingga apa bila kondisi badai terpaan angin sangat kuat.

Menuju ke pos selanjutnya medan mulai menyempit dengan jalur yang sedikit berudak dan licin pada saat musim hujan. Bahkan ada di beberpa titik yang sudah tersedia webbing untuk pegangan karena memang medannya cukup ekstrim. Ditandai dengan pohon pakis yang besar-besar, suasana seperti di negara arab ditengah-tengah hutan kurma, Pos 2 Hutan Pakis Ganggaputra dengan ketinggian 1800 MDPL ini sangat luas. Bisa menampung tenda 100-150. Berlokasi di tengah-tengah perjalanan, sehingga tidak jarang pula banyak para pendaki yang beristirahat sebelum melanjutkan perjalannya.
Pos II Hutan Pakis Ganggaputra

Lebih jauh kaki melangkah untuk menuju ke Pos 3 Sigandul Pitamaha dengan ketinggian 1969 MDPL, sebenarnya tidak terlalu jauh ke pos ini. Akan tetapi jalan yang semakin menanjak dan hutan yang semakin lebat membuat kita harus ekstra hati-hati di sepanjang perjalanan. Pos ini sangat sempit hanya cukup untuk satu tenda dengan kapasitas 3 orang. Makanya pos ini tidak direkomendasikan untuk camp kecuali dalam keadaan darurat. Itu pesan dari basecamp. heheheheheee

Keluar dari pos 3 kita akan disambut dengan tanjakan Ginak-Ginuk. Juga merupakan pos bayangan 4 sebelum sampai ke pos selanjutnya. Jangan senang dulu ya kawan, dengan membayangkan yang ginak-ginuk. Tanjakan ini menjadi tanjakan terekstrim di jalur ini. Sepanjang 200-250 meter tanjakan ini cukup vertikal dengan kemiringan 60-70 derajat. Bersyukurnya sudah ada webbing untuk berpegangan untuk melangkah. Jika tidak hati hati tentunya resiko celaka lebih besar. Hanya sekitar 20 menit dari pos 3 ke Pos 4 Camp Area Swetaria ini dengan ketinggian 2202 MDPL. 

Tidak jauh berbeda dengan pos 2, pos 4 ini sangat luas untuk mendirikan tenda. Tempat ini menjadi tempat camp terakhir sebelum melakukan summit ke puncaknya. Masih dengan pohon pakis yang cukup besar, di pos 4 ini juga bisa melihat keindahan kota Wonosobo dimalam hari yang semakin cantik dengan kerlap-kerlip lampunya.

Setelah semalaman camp di pos 4, summit bisa dimulai usai sholat subuh. Perjalanan tidak terlalu lama kurang lebih 20-30 menit. Karena kita juga tidak membawa beban yang terlalu banyak paling hanya minuman dan snack ringan dengan tetap menjaga kebersihan ya kawan.Perjalanan ke puncak kita akan bertemu dengan Jurang Maut. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu ekstrim, namun jurang yang dalam di sebelah kanan yang sangat dalam inilah yang akhirnya disebut dengan Jurang Maut.

Di Puncak Gunung Bismo disebut dengan Puncak Hastinapura dan menjadi puncak tertinggi gunung Bismo dengan ketinggian 2338 MDPL. Ditandai dengan bangunan mirip makam dan bendera merah putih serta papanisasi, puncak ini menyajikan view yang spektakuler. Dari sun rise yang amazing serta pemandangan yang tidak kalah indah dengan gunung lainnya. Dari puncak kita melihat Gunung Sindoro dan Sumbing yang berlawanan dengan pemandangan di Puncak Gunung Prahu. Ada pagar pembatas yang seolah-olah di atas kapal yang sedang berlayar, jika beruntung mendapat samudra awan, kita tampak dari kejauhan seperti berlayar di samudra dan kita berdiri di ujung kapal. (Ala-ala Kapal Titanic, hehehehe). 

Tetap menjaga keramahan alam dan tetap menjaga kebersihan dari sampah sampah yang tidak terurai marilah kita jaga sehingga alam ini kelak akan tetap asri supaya anak cucu kita tetap menikmati.

Berikut adalah expektasi waktu dan jarak tempuhnya.
Basecamp - Pos I Batas Hutan Dewabrata : 10 menit dengan Ojek
Pos I - Pos II Hutan Pakis Ganggaputra : 40 menit
Pos II - Pos III Sigandul Pitamaha : 20 menit
Pos III - Pos IV Camp Area Swetaria : 30 menit
Pos IV - Puncak Bismo Hastinapura : 20 menit


Comments


EmoticonEmoticon