Selasa, 01 Maret 2022

Update Pendakian Gunung Ungaran Via Mawar

Disaat kerja sudah menemui titik rasa jenuh, buat pelarian yang terbaik adalah ke alam. Dimana di sana kita akan mendapatkan suguhan yang tak ternilai keindahannya selama alam tersebut dikelola dengan baik dengan mempertimbangkan segala kebutuhan masyarakat di sekitarnya. 

Kali ini adalah yang kami tuju Gunung Ungaran dengan basecamp Mawar yang berada dalam kawasan wisata Umbul Sidomukti, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Terakhir saya melewati basecamp ini 4 tahun yang lalu dengan jalur barunya.

Kami mendaki bertiga yang dengan meeting point di jalan Solo- Semarang tepatnya jalur ke arah Bandungan di depan pom bensin Lemah Abang Ungaran. Kemudian kami menuju basecamp dengan kendaran bermotor. Seperti biasa saya melalui rute desa untuk menuju basecamp. Saya berfikir lebih cepat sampainya dan jujur saja menghindari retribusi di Umbul Sidomukit, karena menurut saya kami tidak berwisata di tempat tersebut. Mendekati basecamp Mawar yang tinggal 500 meter lagi akhirnya kami bertemu dengan pak satpam yang menghadang kami. Kemudian beliau berkata dengan alasan ini-itulah kami diminta putar balik dan lewat Umbul Sidomukti. Dengan perasaan kesal kamipun berputar balik dan di area Umbul Sidomukti kami membayar masuk area wisata dengan permotor Rp. 5K.

Setelah sampai di basecamp kamipun segera berkemas untuk pendakian kami. Registrasi per orang 15K dan parkir motor 5K. Harga yang cukup terjangkau buat kantong para pengunjung gunung Ungaran. Sore itu udara cukup dingin menyambut kedatangan kami. Bergegas kami berdo'a dan memulai perjalanan kami. 

Hal yang baru dari rute jalur pendakian Gunung Ungaran adalah jalur lama digunakan untuk camp paralayang dan sebelah kirinya adalah jalur baru untuk para pendaki menuju pos 1 (Bedengan). Kami disambut dengan ladang rumput para petani yang tumbuh subur dijalur pendakian ini. Jarak menuju pos 1 pun juga lebih dekat dibanding dengan jalur lama, tidak kurang dari 20 menit kami sudah sampai pos 1 ini. Berupa shelter yang digunakan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak ada area untuk mendirikan tenda juga di sekitar shelter.

Pos 1

Kamipun melanjutkan perjalanan menuju pos 2 (Kinatar), jalan yang datar membuat langkah kami bisa lebih cepat. Tidak banyak berubah di jalur ini namun pada saat sampai di mata air yang berupa sungai kecil dengan aliran mata air yang bersih ini sekarang sepenuhnya mata air ini dialirkan ke basecamp mawar atau lokasi wisata Umbul Sidomukti. Menurut saya adalah cara yang kurang pantas dalam pengelolaan ini karena saya yakin aliran mata air ini tidak hanya dibutuhkan oleh satu sektor saja, di sana di bawah kaki gunung Ungaran juga banyak yang membutuhkan terlebih lagi pada musim kemarau. Semoga kepada pemangku kebijakan ini membaca tulisan saya ini, aamiin.

Pos 2

Setelah mengambil keperluan air untuk memasak kamipun bergegas dan tidak jauh dari lokasi kami sampai di Pos 2. Sekedar mengabadikan shelter kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Pos 3 dengan jalur barunya gunung Ungaran, dahulu kami melewati kebun Kopi yang saat ini jika ingin melalui jalur tersebut harus membayar kembali 5K di dekat kolam renang dan sebagai penampungan air. Tidak terlalu lama kamipun sampai di Pos 3 (Pronojiwo)

Pos 3

Pos 3 (Pronojiwo) sangat teduh lokasinya karena dikelilingi pohon-pohon besar sehingga sinar matahari tidak terlalu banyak. Lokasi buat mendirikan tenda juga cukup luas bisa mencapai 6-10 tenda berukuran sedang. Kami berhenti sejenak di pos 3 ini setelah melewati tanjakan yang lumayan terjal, dan minum secukupnya. Melanjutkan perjalanan kami ke Pos 4 (Bukaan) jalan datar kami temui dan lagi-lagi langkah kami percepat supaya tidak bertemu dengan malam sebelum mendirikan tenda. Namun apa daya di tengah perjalanan menuju pos 4 usus dalam perut saya berontak untuk minta diisi asupan dan dikeluarkanlah Brondong Bulat Manis yang terbuat dari beras. Kurasa cukup untuk mengganjal perut kami. Ini adalah jarak terpanjang di jalur pendakian. Pos 4 ini juga bertemu dengan Pos 4 dari jalur Peromasan.

Pos 4

Selebihnya jalur menuju camp area sampai puncak masih tidak jauh berbeda, hanya saja lebih rimbun karena saat ini jalur Mawar kalah ramai dengan jalur sebelah yang lebih nyaman bagi kantong para pendaki. Oh ya satu lagi sebelum puncak Batu sangat disayangkan pohon-pohon besar yang kini sudah meranggas karena faktor alam sehingga peneduh dikala terkena sinaar matahari hilang sudah. Selain itu view di Puncak Benteng Rider sebelah barat ketutup hutan gunung Ungaran yang lebat sehingga pemandangan gunung Sindoro Sumbing tidak begitu jelas. 

Harapan saya semoga pendakian Gunung Ungaran Via Mawar akan kembali ramai dengan manajemen yang bersahabat dengan kantong para pendaki. Ammiin.


Batu Anakonda Tahun 2013


Batu Anakonda Tahun 2022

2 komentar


EmoticonEmoticon